Tata Cara Sholat Hajat Serta Waktu Khusus Yang Mustajab
Sholat hajat adalah sholat sunnah yang di lakukan ketika ingin terkabulnya sebuah keinginan atau suatu kebutuhan baik itu berupa memohon perlindungan, ingin sukses dalam rezeki atau hal-hal yang berkaitan dengan semua kebutuhan.
Tetapi perlu diingat yang dimaksud dengan hajat disini bukanlah keinginan atau kebutuhan yang keluar dari syariat agama atau yang tidak di perbolehkan dalam islam. Namun suatu keinginan yang benar dalam pandangan syariat misalnya ketika seorang menginginkan jodoh dan semisalnya.
Waktu Sholat Hajat
Tidak sedikit dari orang-orang yang memiliki anggapan bahwa sholat hajat dan tahajud merupakan dua sholat sunnah yang berbeda yang hanya boleh dilakukan pada malam hari dengan bacaan sholat yang berbeda.
Sehingga tidak sedikit juga ada diantaranya yang hendak mengerjakan sholat sunnah hajat harus menunggu malam datang. Memang anggapan tersebut tidaklah salah tetapi mungkin kurang tepat.
Perlu kita ketahui bahwa sholat hajat adalah sholat sunnah yang dilakukan karena ada sebab, seperti sholat istikhoroh yang dilakukan ketika ingin memilih yang waktunya bisa dilakukan kapan saja.
Begitu juga dengan sholat sunnah hajat, maka waktunya boleh dilakukan kapan saja asal jangan pada waktu yang terlarang untuk melakukan sholat, apabila memiliki hajat yang mendesak maka segeralah melakukan sholat sunnah ini baik itu siang hari atau malam hari.
Tetapi memang waktu yang paling baik untuk berdoa dan memohon kepada allah, salah satunya diwaktu malam hari atau sepertengah atau sepertiga akhir malam, karena memohon apa yang diinginkan atau untuk berdoa akan lebih khusyu dan berkonsentrasi penuh jika dilakukan pada pertengahan malam.
Jadi semua pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa sholat sunnah hajat ini boleh dilakukan kapan saja terutama ketika menghadapi suatu hajat yang merasa sukar untuk diselesaikan sebagai mana keterangan Imam Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin yang artinya
“Siapa saja yang berada dalam kondisi terjepit dan membutuhkan sesuatu baik urusan dunia maupun akhirat sedangkan dia tidak mampu menyelesaikannya, hendaklah dia melaksanakan sholat (hajat) ini”.
Tata Cara Sholat Hajat
Sedangkan mengenai tata cara sholat hajat itu sendiri, tidak ada perbedaan dengan sholat pada umumnya yaitu diawali dengan niat dan diakhiri salam setiap 2 rakaat.
Sedangkan mengenai berapa jumlah rakaat dari sholat hajat boleh mengerjakannya hingga 12 rakaat dengan masing-masing 2 rakaat satu kali salam sebagaimana Rasulullah SAW membimbing umatnya untuk berwudhu dan sholat dua rakaat ketika mempunyai sebuah hajat kepada Allah atau kepada salah seorang makhluk-Nya. Dua rakaat ini yang kemudian dikenal dengan sholat hajat.
1. Niat Sholat Hajat
أُصَلِّي سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعاَلَى
Ushollii sunnatal haajati rok’ataini lillaahi ta’aala.
Artinya : Aku berniat sholat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.
2. Takhbiraatul Ikhram
Dan menghadirkan niat diatas cukup dalam hati ketika takhbiratul ikhram
3. Membaca Doa Iftitah
4. Membaca Surat Alfatihah
5. Membaca Salah Satu Surat Dari Alqur’an
Untuk surat yang dibaca setelah fatihah boleh membaca surat apa saja yang sudah dipaham, namun memang lebih diutamakan jika pada rakaat pertama Surat Al-karifuun sebanyak 3x atau ayat kursi sebanyak 1 x dan pada rakaat keduanya surat Al-ikhlas sebanyak 3 kali.
6. Ruku Sambil Membaca Bacaannya
7. Berdiri Dari Ruku (‘itidal) sambil Membaca Doanya
8. Sujud Sambil Membaca Bacaannya
9. Duduk Diantara 2 Sujud Sambil Membaca Doanya
10. Sujud Lagi Sambil membaca Bacaannya
11. Berdiri Untuk Melakukan Rakaat Ke 2
Selanjutnya untuk mengerjakan rakaat ke 2 sama seperti rakaat pertama yang mana nanti setelah sujud yang kedua langsung duduk untuk melakukan tahiyyat atau tasyahud akhir sambil membaca bacaan doanya, lalu setelah itu ditutup dengan salam.
Jika telah selesai mengerjakan sholat hajat dilanjut dengan membaca doa sholat hajat atau boleh juga sebelum berdoa membacakan dzkir terlebih dahulu seperti Membaca Sholawat, Istighfar, Tasbih, Kalimat tauhid, falaq binas dan yang lainnya.
Doa Setelah Sholat Hajat
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm. Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn.
Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta.
Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah.
Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.
Referensi: Almunawwar
SILAKAN BERKOMENTAR